Skip to main content
Laporan Kegiatan

Pertemuan Ke-8 Teman Sebaya, Dakwah Edukasi Keluarga di Museum Tsunami

Dibaca: 42 Oleh 09 Sep 2021Tidak ada komentar
Pertemuan Ke-8 Teman Sebaya, Dakwah Edukasi Keluarga di Museum Tsunami
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Banda Aceh – Faktor lingkungan dan keluarga merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi perilaku anak menjelang usia remaja, dimana sang anak masih berusaha mencari jati diri mereka dan memiliki rasa keingintahuan akan sesuatu yang sangat tinggi.

Melalui program prioritas yang sedang dituntaskan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh pertemuan ke-8 dari total sebanyak 10 kali pertemuan, diharapkan dapat memberikan hasil akhir guna mendukung capaian Program Prioritas Nasional Bidang Pencegahan BNN RI Tahun 2021 untuk menciptakan Remaja Teman Sebaya yang Anti Narkotika.

Kepala BNN Kota Banda Aceh Hasnanda Putra, ST, MM, MT melalui Plt. Sub Koordinator P2M Susi Erlita, SKM membuka acara pertemuan ke delapan teman sebaya di Museum Tsunami Aceh. Kamis, (09/09/2021).

Pada pertemuan kali ini menghadirkan dua narasumber, Ust. Husni Suardi, S.Pd yang membekali teman sebaya tentang keagamaan bagi remaja karena agama merupakan benteng utama untuk mencari jadi diri remaja.

“Museum Tsunami  merupakan monumen peringatan yang sangat berharga untuk kita renungi ini karena merupakan bencana alam yang masih bisa diperbaiki, sedangkan narkoba itu adalah barang haram, juga bencana bagi kita yang tidak bisa kita perbaiki jikalau kita mengonsumsinya,” kata Ust. Husni.

Materi kedua dilanjutkan di Tasafo Cafe dengan menghadirkan narasumber dr. Liza Fathiariani dengan materi ”Peran Remaja dalam Keluarga”

dr. Liza juga menjelaskan beberapa tips berkomunikasi di dalam keluarga baik secara lisan maupun tulisan, karena keluarga yang baik dibangun dengan cinta, dimulai dengan kasih sayang dan dipelihara dengan kesetiaan.

“Keluarga akan selalu berada di dekatmu hingga kamu bisa bergerak berhasil ataupun terjatuh,karena memang mereka selalu mencintaimu apa adanya,” kata dr.liza.

Pembentukan remaja teman sebaya anti narkotika melalui dialog interaktif remaja ini adalah untuk memberikan pemahaman serta mengembangkan kemampuan yang aplikatif kepada remaja dalam menciptakan hubungan pertemanan yang adaptif dalam menolak penyalahgunaan narkoba.

Hubungan teman sebaya yang baik akan sangat dibutuhkan bagi perkembangan sosial yang normal pada remaja. Remaja tumbuh dan berkembang dalam budaya berbagi dengan teman sebayanya dan tidak bisa lepas dari pengaruh teman sebayanya. Faktor teman sebaya dalam konteks pencegahan penyelahgunaan narkoba merupakan salah satu bagian dari lingkungan mikro dalam membentuk ketahanan diri remaja terhadap penyalahgunaan narkoba.

Diakhir kegiatan, Plt. Sub Koordinator Seksi P2M BNN Kota Banda Aceh, Susi Erlita,SKM berharap materi yang didapat oleh seluruh peserta dapat benar-benar diserap dan di terapkan dalam keseharian mereka, dengan harapan mampu mempengaruhi teman sebayanya untuk membantu mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di wilayah Kota Banda Aceh.

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel